If I am....


'If I am' merupakan tugas dari mata kuliah Wawasan dan Aplikasi Teknologi, dimana kita membuat program kerja jika kita menjadi kepala daerah di suatu daerah. Program kerja yang akan saya buat mengacu pada Sustainable Development Goals yang dikeluarkan oleh PBB. Perlu diketahui bahwa Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 Tujuan dan 169 Target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. Dimana 17 tujuannya adalah sebagai berikut:



(Union, 2017)

Karena saya berdomisili di Surabaya, maka saya berandai menjadi walikota Surabaya dan  tentu program kerja yang saya buat adalah melihat masalah di sekitar Surabaya. Mengutip berita dari Surya Malang, diberitakan angka penderita HIV/Aids cenderung naik di Surabaya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, menyebut sejak 2005 hingga 2018 (13 tahun) kasus HIV/AIDS mencapai 11 ribu kasus. Jumlah ini diakuinya cenderung naik, mengingat keaktifan Pemerintah Kota Surabaya dalam mencermati dan mendalami kasus mirip gunung es ini. Padahal pada tahun 2014 Pemerintah Kota Surabaya menutup daerah lokalisasi. Yang dapat dikatakan bahwa program ini tidak efektif untuk mengurangi penderita HIV. Maka oleh sebab itu, saya justru akan menjadikan daerah lokalisasi di satu tempat seperti yang bapak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) gagas untuk DKI Jakarta pada tahun 2015. (Rahadian, 2015)

Mengapa begitu, karena menurut saya dengan adanya lokalisasi/prostitusi yang terpusat akan lebih mudah terkontrol oleh pemerintah setempat. Memang kegiatan menyimpang ini pasti salah akan tetapi tak bisa dipungkiri bahwa hal ini banyak terjadi di masyarakat. Mengutip dari Surya Tribunnews, bapak Setya Budiono selaku Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jawa Timur mengatakan ada pemahaman yang keliru di masyarakat misalnya, hubungan seksual dengan orang bukan pekerja seks itu tidak berisiko. Menurut beliau, di Jawa Timur memang tidak ada lokalisasi tapi harus dipahami ternyata hotspot di mana ada transaksi seks komersial realitanya masih ada. Sehingga dengan adanya lokalisasi/prostitusi terpusat di satu ada beberapa tempat, mempermudah pengawasannya. Di sana juga dapat dilakukan pengecekan bagi Pekerja Seks Komersial di sana, apakah terjangkit HIV atau ada penyakit lainnya. Sehingga dengan begitu dapat dipantau kesehatan di sana. Jika ada yang terjangkit HIV bisa dikarantina atau bagaimana nantinya. Bahkan pemerintah setempat dapat menarik pajak untuk menambah pemasukan daerahnya. Tentu program kerja ini akan banyak bertentangan dengan pandangan masyarakat di luar sana, dan pula perlu adanya suara dari rakyat – rakyat serta tokoh – tokoh setempat. Karena tugas dari pemimpin daerah adalah melayani rakyatnya. Program kerja saya ini mengacu pada poin ke 3 dari Sustainable Development Goals, yaitu kesehatan dan kesejateraan yang baik.

Untuk data pengidap HIV  sendiri, saya tidak menemukannya. Di web Badan Pusat Statistik serta Dinas Kesehatan juga tidak ada. Sehingga yang saya tulis di atas datanya berdasarkan berita – berita yang ada di internet.


Refrensi



Maulidiya, P. (2019, May 20). Jumlah Penderita HIV di Surabaya Cenderung Naik, Begini Alasan Pejabat Pemkot. Retrieved from Surya Malang Tribunnews: https://suryamalang.tribunnews.com/2019/05/20/jumlah-penderita-hiv-di-surabaya-cenderung-naik-begini-alasan-pejabat-pemkot

Permata, T. J. (2019, December 2). Dinas Kesehatan Jawa TimurTarget Tahun 2030 Kasus HIV/AIDS Turun. Retrieved from Surabaya Tribunnews: https://surabaya.tribunnews.com/2019/12/02/dinas-kesehatan-jawa-timurtarget-tahun-2030-kasus-hivaids-turun

Rahadian, L. (2015, April 27). Ahok Gagas Pembuatan Apartemen Khusus Prostitusi. Retrieved from CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20150427142315-20-49495/ahok-gagas-pembuatan-apartemen-khusus-prostitusi

Union, E. (2017). Retrieved from https://www.sdg2030indonesia.org/



Komentar