PROPOSAL
Kuliah Kerja Nyata
KKN KOLABORASI PTN JATIM
PROGRAM 4D (DESA
SEHAT, DESA KREATIF, DESA HIJAU, DESA MELEK TENOLOGI) GUNA MENINGKATKAN POTENSI
DESA ASMOROBANGUN
DESA ASMOROBANGUN KECAMATAN PUNCU, KABUPATEN KEDIRI
Disusun Oleh :
|
1. Wahyu Nur H. Nisa |
04411740000001 |
|
2. Naning Yuliana |
04411740000002 |
|
3. Aisyah Mutiara Ramadhani |
04411740000008 |
|
4. Saif Muizzadin Wadaullah |
04411740000009 |
|
5. Evita Shalma Istyawati |
04411740000010 |
|
6. Geraldus Adhitya Hartono |
04411740000022 |
|
7. Rizka Oktaviana |
04411740000030 |
|
8. Jihan Widya |
04411740000034 |
|
9. I Gede Bagus Indra D. |
04411740000036 |
|
10. Heidi Vena BR Gintings |
04411740000048 |
Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Tahun 2020
HALAMAN PENGESAHAN
Dengan telah selesainya kegiatan KKN Tahun 2020 yang kami kerjakan, maka kami:
|
No |
NAMA MAHASISWA |
No. MHS |
|
1 |
Wahyu Nur H. Nisa |
04411740000001 |
|
2 |
Naning Yuliana |
04411740000002 |
|
3 |
Aisyah Mutiara Ramadhani |
04411740000008 |
|
4 |
Saif Muizzadin Wadaullah |
04411740000009 |
|
5 |
Evita Shalma Istyawati |
04411740000010 |
|
6 |
Geraldus Adhitya Hartono |
04411740000022 |
|
7 |
Rizka Oktaviana |
04411740000030 |
|
8 |
Jihan Widya |
04411740000034 |
|
9 |
I Gede Bagus Indra D. |
04411740000036 |
|
10 |
Heidi Vena BR Gintings |
04411740000048 |
Telah menyelasaikan laporan kegiatan kami selama dilokasi KKN di Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
Mengetahui
Kepala Desa / Dusun Dosen Pembimbing Lapangan
Stempel
(……………..………) (……….……………………) NIP
Menyetujui Mengetahui
Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kepala Pusat Kajian Stempel
Agus Muhamad Hatta, S.T, M.Si, Ph.D (…........................................ )
NIP 197809022003121002 NIP
ABSTRAK
Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau dikenal dengan istilah pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mempunyai nilai strategis dalam membangun bangsa ini. Kesempatan besar bagi mahasiswa untuk menerapkan berbagai disiplin ilmu yang telah didapat di bangku kuliah, karena peran mahasiswa sangat diharapkan dalam membangun bangsa. Kuliah Kerja Nyata (KKN) ialah rangkaian kegiatan akademik untuk menerapkan berbagai disiplin ilmu (interdisipliner) yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya yang sekaligus merupakan bagian dari pengabdian masyarakat.
Desa Asmorobangun merupakan salah satu desa di kecamatan Puncu, kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jika mengacu pada data statistik dari “Kecamatan Puncu dalam Angka 2019” fokusan permasalahan yang akan diangkat adalah dari bidang Sarana kesehatan, dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Gambaran program yang dibuat harapannya harus dikelola dengan kreatif, inovatif, dan profesional dengan beragam kegiatan penunjang yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Misalnya, Desa sehat, Desa Hijau dan Desa Kreatif diharapkan bisa diselesaikan dalam durasi (kurang lebih) 2 minggu (16-22 Juni 2020). Keterlibatan dari berbagai pihak, misalnya dari para aktivis lingkungan pesantren dan sekolah, dan serikat petani sangat menentukan sukses tidaknya program tersebut terealisasi di lapangan.
Kata kunci: Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kediri, KKN Pemberdayaan masyarakat
BAB I. PENDAHULUAN
A. ANALISIS SITUASI
a) Identifikasi Permasalahan
Tabel 1. Identifikasi Permasalahan di Desa Asmorobangun
|
No |
Permasalahan |
Lokasi |
Sumber (P/M/D) |
|
1. |
Meninjau dari aspek “Sumber Penghasilan”, mayoritas pendapatan berasal dari bidang pertanian holtikultura. Komoditas utamanya adalah cabai rawit. Permasalahannya adalah kurangnya luas lahan pertanian non sawah yang digunakan untuk kegiatan bercocok tanam. Karena luasnya tidak sebanding dengan luas daerah dan jumlah penduduk |
Desa Asmorobangun |
D (BPS Kabupaten Kediri 2018) |
|
2. |
Ditinjau dari aspek “Pendidikan”. Jumlah sekolah tingkat menengah sangat kurang (hanya 1 sekolah), dan jumlah anak-anak usia 0-9 tahun juga cukup banyak. Jumlah paud dan taman baca yang hanya 1, menurut kami kurang memenuhi fasilitas Pendidikan dibandingkan dengan jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur 5-19 tahun Kecamatan Puncu sebanyak 14.259 orang. |
Desa Asmorobangun |
D (BPS Kabupaten Kediri 2018) |
|
3. |
Dari aspek “Sarana Kesehatan”. Di Desa yang memiliki luas daerah terbesar kedua di Kab. Keidir ini, tidak memiliki puskesmas. Hanya ada praktek dokter (1). Dan juga jumlah warga yang memiliki BPJS hanya 415 orang (terendah di Kab. Kediri). Fasilitas kesehatan yang kurang. |
Desa Asmorobangun |
D (BPS Kabupaten Kediri 2018) |
|
4. |
Dari aspek “Kehidupan sehari-hari”, masyarakat Desa Asmorobangun dalam proses memasak masih menggunakan kayu bakar. Dan ini dapat berdampak jangka panjang terhadap lingkungan dan kesehatan. Selain itu, tidak adanya tempat penampungan sampah |
Desa Asmorobangun |
D (BPS Kabupaten Kediri 2018) |
|
|
sementara, sehingga masyarakat membuat lubang dan membakar sampahnya. |
|
|
|
5. |
Aspek “Komunikasi”, di Desa Asmorobangun jumlah Base Tranceiver Station (BTS) hanya satu, tidak sebanding dengan luas wilayah dan jumlah Kepala keluarga. |
Desa Asmorobangun |
D (BPS Kabupaten Kediri 2018) |
*P : Perangkat Desa, M : Masyarakat, D : Dinas Instansi Vertikal / Stakeholder
b) Prioritas Pemilihan Permasalahan
Tabel 2. Prioritas Permasalahan di Desa Asmorobangun
|
No |
Permasalahan |
Alasan Pemilihan* |
|
1. |
Dari aspek “Sarana Kesehatan”. Di Desa yang memiliki luas daerah terbesar kedua di Kab. Keidir ini, tidak memiliki puskesmas. Hanya ada praktek dokter (1). Dan juga jumlah warga yang memiliki BPJS hanya 415 orang (terendah di Kab. Kediri). Fasilitas kesehatan yang kurang. |
Karena aspek kesehatan adalah aspek utama, dimana manusia yang sehat akan dapat menjalani kehidupannya dengan baik sehingga aspek lainnya pun akan ikut bergerak. Kurangnya fasilitas kesehatan umum seperti puskesmas sangatlah perlu diperhatikan. Di Desa Asmorobangun, jumlah faskes yang banyak adalah terkait bidan atau fasilitas bersalin. Sedangkan tenaga medis dan faskes umum sangat terbatas, sedangkan wilayah ini cukup sering terkena dampak dari erupsi Gunung Kelud. Sehingga perlu adanya jalan keluar atau tindakan terkait pencegahan terhadap penyakit-penyakit yang umum. Dapat dilakukan dengan adanya penyuluhan dan fasilitas kesehatan gratis yang diberikan kepada masyarakat, seperti cek kesehatan, pembagian vitamin, aplikasi kesehatan, dll. |
|
2. |
Meninjau dari aspek “Sumber Penghasilan”, mayoritas pendapatan berasal dari bidang pertanian holtikultura. Komoditas utamanya adalah cabai rawit. Permasalahannya adalah kurangnya luas lahan pertanian non sawah yang digunakan |
Melihat dari komoditas utama, yaitu cabai rawit. Hal ini dapat menjadi pendorong ekonomi masyarakat setempat. Denga adanya sistem pengolahan modern dan juga bahan ini dapat dikembangkan menjadi produk-produk unggulan baik makanan maupun produk-produk lainnya. Dilakukan dengan memberikan pelatihan mengenai |
|
|
untuk kegiatan bercocok tanam. Karena luasnya tidak sebanding dengan luas daerah dan jumlah penduduk |
peralatan produksi pengolahan bahan, dsb. |
|
3. |
Dari aspek “Kehidupan sehari- hari”, masyarakat Desa Asmorobangun dalam proses memasak masih menggunakan kayu bakar. Dan ini dapat berdampak jangka panjang terhadap lingkungan dan kesehatan. Selain itu, tidak adanya tempat penampungan sampah sementara, sehingga masyarakat membuat lubang dan membakar sampahnya |
Karena pada dasarnya, aspek kehidupan ini merupakan aspek yang paling melekat terhadap masyarakat dalam Kegiatan sehari, hari. Dan penggunaan kayu bakar sudah dirasa tertinggal dan juga berdampak pada lingkungan. Sehingga perlu adaya pembaharuan dalam bahan bakar untuk memasak. Kedua, melihat permasalahan sampah yang diolah sendiri oleh setiap Kepala rumah tangga karena kurangnya fasilitas pembuangan sampah yang layak. Hal ini dapat membuat lingkungan tidak nyaman dan dapat berdampak pada kebersihan dan kesehatan. |
B. PERUMUSAN PROGRAM KEGIATAN
Tabel 3. Rencana Program KKN ITS
|
No |
Nama Program |
Tujuan Program |
Waktu |
Jumlah Dana |
Unsur yang terlibat |
|
1. |
Desa Sehat |
1. Memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak erupsi gunung terhadap kesehatan dan langkah awal perlindungan diri 2. Memberikan fasilitas kepada masyarakat sekitar untuk mengecek kesehatan yang bekerja sama dengan tenaga medis setempat. Pengecekkan kesehatan yang dilakukan adalah secara umum seperti tensi darah, gula darah, dll. |
16 Juni 2020 |
Rp 2.000.000 |
Mahasiswa KKN dan warga desa setempat |
|
2. |
Desa Hijau |
1. Memberikan sosialisasi mengenai teknik menanam holtikultura dengan lahan yang terbatas sehingga dapat meningkatkan nilai jual hasil pertanian dengan bekerja sama dengan petani dan ahli pertanian setempat |
18 Juni 2020 |
Rp 1.200.000 |
Mahasiswa KKN dan warga desa setempat (terutama petani) |
|
3. |
Desa Kreatif |
1. Memberikan sosialisasi mengenai dampak sampah dan cara pengolahan yang baik dan benar seperti memilah sampah. 2. Memberikan penyuluhan mengenai sampah dapat memiliki nilai jual ketika sudah diolah dengan kreatif. Seperti cara mengolah sampah plastik menjadi produk kreatif yang dapat menjadi buah tangan desa setempat, atau pengolahan sampah menjadi pupuk organik |
20-22 Juni 2020 |
Rp 1.500.000 |
Mahasiswa KKN dan warga desa setempat |
|
4. |
Desa Melek Teknologi |
1. Memfasilitasi masyarakat belajar komputer khususnya Mc. Word dan Mc. Excel. Sasaran untuk kegiatan ini adalah penduduk setempat usia 16 – 40 tahun. |
Setiap hari |
Rp 700.000 |
Mahasiswa KKN dan warga yang berminat |
C. TUJUAN
Berikut ini merupakan tujuan adanya kegiatan KKN yang bertempat di Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.
1. Menerapkan Peran dan Fungsi Mahasiswa ITS dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat.
2. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup penduduk Desa Asmorobangun dengan menyelesaikan permasalahan yang ada.
3. Mempromosikan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Kota Kediri tepatnya Desa Asmorobangung, Kecamatan Puncu, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
D. MANFAAT
Berikut ini merupakan manfaat adanya kegiatan KKN yang bertempat di Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.
1. Agar mahasiswa dapat berperan penting di lingkungan yang sesuai dengan disiplin ilmu yang di terima dalam perguruan tinggi
2. Mempererat hubungan dengan rasa persaudaraan persatuan dan kesatuan serta rasa memiliki antara mahasiswa dan masyarakat Desa Asmorobangun
3. Mewujudkan Mahawsiswa yang peduli dan tanggap akan masalah yang diahadapi oleh masyarakat Desa Asmorobangun
4. Mendidik mahasiswa agar mempunyai kepekaan sosial yang tinggi terhadap masyarakat Desa Asmorobangun
BAB II. PELAKSANAAN PROGRAM DAN PEMBAHASAN
A. PELAKSANAAN PROGRAM
|
Nama Program |
Desa Sehat |
|
Tujuan Program |
1. Mengedukasi masyarakat untuk mengambil tindakan pertama ketika terjadi gunung meletus 2. Mengecek kesehatan masyarakat secara umum seperti tensi darah, gula darah, dll |
|
Sasaran Program |
Masyarakat Desa Asmorobangun |
|
Tempat |
Pendopo Kantor Desa |
|
Jumlah Jam Waktu Pelaksanaan |
4 jam (2 jam sosialisasi dan 2 jam pengecekan kesehatan) |
|
Kegiatan |
1. Memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak erupsi gunung terhadap kesehatan dan langkah awal perlindungan diri 2. Memberikan fasilitas kepada masyarakat sekitar untuk mengecek kesehatan |
|
Peran Mahasiswa |
Memberikan sosialisasi dan membantu serta memfasilitasi tenaga medis untuk mengecek kesehatan |
|
Jumlah Dana |
Rp. 2.000.000 |
|
Sumber Dana |
Institut Teknologi Sepuluh Nopember |
|
Hasil |
Masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan secara umum |
|
Hambatan |
Mahasiswa belum mengetahui banyak hal tentang pengecekan kesehatan |
|
Solusi |
Mahasiswa belajar bagaimana cara mengecek kesehatan |
|
Potensi Daerah |
Jumlah fasilitas kesehatan seperti rumah sakit yang letaknya jauh dan tenaga medis yang terbatas. |
|
Nama Program |
Desa Hijau |
|
Tujuan Program |
1. Mengedukasi masyarakat dalam hal memanfaatkan lahan yang sempit |
|
Sasaran Program |
Masyarakat |
|
Tempat |
Pendopo Kantor Desa |
|
Jumlah Jam Waktu Pelaksanaan |
4 jam (2 jam sosialisasi dan 2 jam praktik) |
|
Kegiatan |
1. Memberikan sosialisasi dan pelatihan engenai teknik menanam holtikultura dengan lahan yang terbatas sehingga dapat meningkatkan nilai jual hasil pertanian |
|
Peran Mahasiswa |
Memberikan sosialisasi dan memfasilitasi praktik langsung |
|
Jumlah Dana |
Rp. 1.200.000 |
|
Sumber Dana |
Institut Teknologi Sepuluh Nopember |
|
Hasil |
Menghasilkan produk yang bernilai jual tinggi dan berkualitas |
|
Hambatan |
Mahasiswa belum mengetahui banyak hal tentang pengelolaan lahan |
|
Solusi |
Mahasiswa belajar bagaimana cara pengelolaan lahan |
|
Potensi Daerah |
Lahan perkebunan dan komoditas utama yang cukup berpotensi (cabai rawit) |
|
Nama Program |
Desa Kreatif |
|
Tujuan Program |
1. Mengedukasi masyarakat mengenai bahaya pengelolaan sampah yang salah 2. Mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan sampah 3. Meningkatkan kreativitas masyarakat 4. Memberikan wawasan cara pengolahan sampah yang benar (memilah sampah) dan menjadikan sampah memiliki nilai tambah seperti produk kreatif, pupuk, dll. |
|
Sasaran Program |
Masyarakat |
|
Tempat |
Pendopo Kantor Desa |
|
Jumlah Jam Waktu Pelaksanaan |
6 jam (2 jam sosialisasi dan 4 jam pelatihan pengelolaan sampah) |
|
Kegiatan |
1. Memberikan sosialisasi mengenai dampak sampah dan cara pengolahan yang baik dan benar |
|
|
2. Memberikan pelatihan pengelolaan sampah untuk menjadi kerajinan tangan 3. Memberi masyarakat teknologi inovasi pengolahan sampah (pembuat kompos) |
||||||
|
Peran Mahasiswa |
Memberikan sosialisasi dan memberi pelatihan kepada masyarakat |
||||||
|
Jumlah Dana |
Rp. 1.500.000 |
||||||
|
Sumber Dana |
Institut Teknologi Sepuluh Nopember |
||||||
|
Hasil |
Kerajinan tangan dan pupuk kompos dari pengolahan sampah |
||||||
|
Hambatan |
Mahasiswa belum mengetahui banyak hal tentang pengelolaan sampah |
||||||
|
Solusi |
Mahasiswa belajar bagaimana cara pengelolaan sampah |
||||||
|
Potensi Daerah |
Fasilitas memadai |
penampungan |
dan |
pengolahan |
sampah |
yang |
kurang |
Tabel 7. Program Desa Melek Teknologi
|
Nama Program |
Desa Melek Teknologi |
|
Tujuan Program |
1. Memfasilitasi masyarakat belajar komputer khususnya Mc. Word dan Mc. Excel |
|
Sasaran Program |
Masyarakat |
|
Tempat |
Pendopo Kantor Desa |
|
Jumlah Jam Waktu Pelaksanaan |
2 jam/ hari |
|
Kegiatan |
1. Mengadakan pelatihan rutin kepada masyarakat yang berminat untuk belajar microsoft word dan microsoft excel terutama perangkat desa dan guru sekolah dasar. |
|
Peran Mahasiswa |
Memfasilitasi dan mengajari masyarakat |
|
Jumlah Dana |
Rp. 700.000 |
|
Sumber Dana |
Institut Teknologi Sepuluh Nopember |
|
Hasil |
Dapat menambah pengetahuan masyarakat terkait penggunaan teknologi, khususnya penggunaan komputer |
|
Hambatan |
Mayarakat belum memiliki komputer sendiri |
|
Solusi |
Mahasiswa menyediakan komputer untuk pembelajaran |
|
Potensi Daerah |
Fasilitas IT dan pengetahuan terkait cara penggunaan yang belum terlalu dipahami manfaatnya oleh masyarakat |
B. PEMBAHASAN PROGRAM
a) Rencana Pelaksanaan Kegiatan
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi menjadi beberapa sub kegiatan yang akan dilakukan setiap harinya berdasarkan kebutuhan, yaitu sebagai berikut :
Tabel 8. Rencana Pelaksanaan Program
|
Sub Kegiatan |
Gambaran Umum |
Waktu Antara |
Tempat |
Penanggung Jawab |
|
Pendidikan |
Sosialisasi gemar membaca kepada anak sekolah usia SD disertai pemberian buku bacaan ilmiah dan non ilmiah hasil sumbangan. |
10.00 - 12.00 |
Balai Desa |
Rizka Oktaviana dan Aisyah Mutiara R. |
|
Kesehatan |
Cek kesehatan gratis (berat dan tinggi badan, golongan darah, gula darah, dan kolesterol). Kuota 200 orang. |
11.00 - 16.00 |
Balai Desa |
Jihan Widya dan Heidi Vena BR Gintings |
|
ISHOMA |
- |
11.00 - 13.00 |
- |
I.G.B. Indra Danendra dan Evita Shalma I. |
|
Kewirausahaan |
Sosialisasi pengolahan cabai menjadi produk unggulan (bubuk cabai dan sambal dalam jar). |
10.00 - 15.00 |
Balai Desa |
Wahyu Nur H. dan Saif Muizzadin W. |
|
Aplikasi Teknologi |
Pengenalan cara membuat pupuk secara mandiri, disertai pemberian sumbangan sejumlah bahan. |
10.00 - 16.00 |
Halaman Balai Desa |
Geraldus Adhitya dan Naning Yuliana |
|
Ramah Tamah |
Ramah tamah, makan bersama, dan pemberian kenang- kenangan. |
15.00 - 16.00 |
Balai Desa |
Saif Muizzadin W. |
b) Perkiraan Hambatan, Tantangan dan Cara Penyelesaian
Dalam pelaksanaannya, diperlukan prediksi mengenai hal-hal yang kemungkinan akan dihadapi sehingga didapat solusi sebagai tindakan pencegahan.
Tabel 9. Perkiraan Hambatan, Tantangan, dan Cara Penyelesaian
|
Sub Kegiatan |
Hambatan |
Tantangan |
Penyelesaian |
|||
|
Pendidikan |
Komunikasi (Bahasa Jawa). |
sulit |
Mengumpulkan anak-anak dengan tepat waktu, menghidupkan suasana menjadi bersemangat. |
Dicari pengajaran menarik. |
metode yang |
|
|
Kesehatan |
Pengetahuan pentingnya mengecek kesehatan masih rendah. |
Memberikan gambaran hidup sehat. |
pola |
Memberi saran tentang kesehatan saat proses pengecekan. |
||
|
Kewirausahaan |
Fasilitas tradisional. |
masih |
Menumbuhkan semangat berwirausaha. |
Memberi pandangan keuntungan yang didapat dari berwirausaha. |
||
|
Aplikasi Teknologi |
Peralatan sederhana dan waktu relatif singkat. |
Memberikan pemahaman mudah diingat. |
yang |
Memberikan panduan dalam bentuk harcopy. |
||
|
Ramah Tamah |
Komunikasi (Bahasa Jawa). |
sulit |
Menciptakan kesan suasana yang baik. |
Berbaur dan saling bercakap meskipun tidak paham pembicaraan sepenuhnya. |
||
C. LUARAN
Desa Asmorobangun merupakan salah satu desa di kecamatan Puncu, kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jika mengacu pada data statistik dari “Kecamatan Puncu dalam Angka 2019” dapat dilihat bahwa tidak adanya lembaga pendidikan keterampilan (bahasa asing, komputer, menjahit/tata busana, kecantikan, elektronika dsb) di desa ini. Maka salah satu capaian yang ingin dicapai melalui KKN ini adalah meningkatkan keterampilan masyarakat di sana, khususnya di bagian komputer (excel atau word) yang dapat mempermudah pekerjaan mereka, khususnya bagi perangkat desa ataupun guru – guru di sana. Jika mengacu pada data statistik dari “Kecamatan Puncu dalam Angka 2019” dapat dilihat sumber penghasilan utama masyarakat di sana berasal dari pertanian hortikultura. Maka hal yang ingin dicapai dalam KKN ini adalah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Asmorobangun.
D. RENCANA KEGIATAN HARIAN
Tabel 10. Rencana Kegiatan Harian
|
No. Urut |
Tanggal |
Agenda Kegiatan |
Jam Pelaksanaan (WIB) |
Nama Kelompok Sasaran |
Jumlah Dana Yang dibutuhkan (Rupiah) |
Sumber Dana |
Kendala yang Dihadapi |
|
1. |
16 Juni 2020 |
1. Desa Sehat (Sosialisasi) 2. Desa Melek Teknologi |
10.00 – 16.00 |
Masyarakat |
1. 500.000
100.000 |
ITS |
1. Mahasiswa belum menguasai cara melakukan indakan pertama ketika terjadi gunung meletus 2. Masyarakat |
|
|
|
|
|
|
|
belum memiliki |
|
|
|
|
|
|
|
|
komputer |
|
|
2. |
17 Juni 2020 |
1. Desa Sehat (Pengecekan kesehatan) 2. Desa Melek Teknologi |
10.00 – 16.00 |
Masyarakat |
1.500.000
100.000 |
ITS |
1. Mahasiswa belum menguasai cara pengecekan kesehatan 2. Masyarakat |
|
|
|
|
|
|
|
belum memiliki |
|
|
|
|
|
|
|
|
komputer |
|
|
3. |
18 Juni 2020 |
1. Desa Hijau (Sosialisasi) 2. Desa Melek Teknologi |
10.00 – 16.00 |
Masyarakat |
1. 200.000
100.000 |
ITS |
1. Mahasiswa belum menguasai cara pengelolaan lahan dan tanaman 2. Masyarakat |
|
|
|
|
|
|
|
belum memiliki |
|
|
|
|
|
|
|
|
komputer |
|
|
4. |
19 Juni 2020 |
1. Desa Hijau (Praktik) 2. Desa Melek Teknologi |
10.00 – 16.00 |
Masyarakat |
1.000.000
100.000 |
ITS |
1. Mahasiswa belum menguasai cara pengelolaan lahan dan tanaman 2. Masyarakat |
|
|
|
|
|
|
|
belum memiliki |
|
|
|
|
|
|
|
|
komputer |
|
|
5. |
20 Juni 2020 |
1. Desa Kreatif (Sosialisasi) 2. Desa Melek Teknologi |
10.00 – 16.00 |
Masyarakat |
1. 300.000
100.000 |
ITS |
1. Mahasiswa belum menguasai cara pengelolaan sampah 2. Masyarakat |
|
|
|
|
|
|
|
belum memiliki |
![]()
|
|
|
|
|
|
|
|
komputer |
|
6. |
21 Juni 2020 |
1. Desa Kreatif (Pelatihan) 2. Desa Melek Teknologi |
10.00 – 16.00 |
Masyarakat |
1. 600.000
100.000 |
ITS |
1. Mahasiswa belum menguasai cara pengelolaan sampah 2. Masyarakat |
|
|
|
|
|
|
|
belum memiliki |
|
|
|
|
|
|
|
|
komputer |
|
|
7. |
22 Juni 2020 |
1. Desa Kreatif (Praktik) 2. Desa Melek Teknologi |
10.00 – 16.00 |
Masyarakat |
1. 600.000
100.000 |
ITS |
1. Mahasiswa belum menguasai cara pengelolaan sampah 2. Masyarakat belum memiliki |
|
|
|
|
|
|
|
|
komputer |
BAB III. PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang akan dilaksanakan pada 16 – 22 Juni 2020 di Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa. Dalam rencana kegiatan KKN tersebut, diperlukan analisis kondisi wilayah Desa Asmorobangun dari berbagai aspek meliputi sosial, geografi, ekonomi, kesehatan, budaya, dan pendidikan. Hasil analisis kondisi tersebut didapatkan serangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan. Dari hasil diskusi kelompok didapatkan kegiatan yang akan dilaksanakan ialah sosialisasi yang membahas tiga garis besar mengenai Desa Sehat, Desa Hijau, dan Desa Kreatif. Selain itu, kegiatan yang akan dilaksanakan adalah pelatihan software dan IT dasar untuk warga dan perangkat desa setempat. Target dari kegiatan tersebut adalah untuk membangun Desa Asmorobangun agar tidak tertinggal dalam hal teknologi dan juga pemberdayaan masyarakat untuk menunjang perekonomian, serta lingkungan dan keehatan yang baik.
B. SARAN
Dalam pelaksanaan Kegiatan KKN nantinya diharapkan berbagai pihak meliputi mahasiswa, dosen pembimbing, serta pihak birokrasi dapat bekerja sama dalam mendukung proses kegiatan KKN yang akan dilaksanakan. Selain itu, diharapkan adanya kegiatan Pra-KKN untuk membantu menjalin komunikasi dengan masyarakat atau perangkat desa agar kegiatan KKN dapat berjalan lancar.
DAFTAR PUSTAKA
Kediri, B. P. (2019). Kecamatan Puncu Dalam Angka. Kediri: BPS.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2017). Data Referensi Pendidikan Kecamatan Puncu.
Retrieved from https://referensi.data.kemdikbud.go.id
Pemerintah Kabupaten Kediri. (2017). Kecamatan Puncu. Retrieved from www.kedirikab.go.id

Komentar
Posting Komentar